Beranda Sulsel Hardiknas di Luwu Timur, Drum Band Tampilkan Teatrikal Tribute To Budi Cahyono

Hardiknas di Luwu Timur, Drum Band Tampilkan Teatrikal Tribute To Budi Cahyono

Drum band Gita Skensa Malili SMP Negeri 1 Malili menampilkan simbol Keranda Mayat berwarna hitam dan Foto besar dan bertuliskan Tribute to Budi Cahyono.

POJOKSULSEL.com, MALILI – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Luwu Timur agak berbeda dari biasanya. Kali ini, menggelar Upacara Hardiknas yang dirangkaikan pula dengan Hari Kartini di Lapangan Merdeka, Malili.

Yang menarik, drum band Gita Skensa Malili SMP Negeri 1 Malili menampilkan simbol Keranda Mayat berwarna hitam dan Foto besar dan bertuliskan Tribute to Budi Cahyono.

Almarhum adalah seorang Guru Asal Sampang Madura yang meninggal karena tindak kekerasan oleh siswanya sendiri.

Kepala Dinas Pendidikan La Besse mengatakan, peristiwa budi cahyono mengundang keprihatinan di dunia pendidikan terlebih bagi Luwu Timur.

Teatrikal drum band skensa Malili tersebut membawakan simbol-simbol tribute to Budi Cahyono bahwa di Luwu Timur juga perihatin.

“Peristiwa Budi Cahyono mengundang keprihatinan bersama, kami turut berbelasungkawa kepada guru yang telah banyak membentuk karakter anak-anak,” kata La Besse.

Lanjutnya, La Besse menuturkan kejadian tindak kekerasan terhadap Guru diharapkan jangan sampai terulang kembali dimasa akan datang.

Ketua Komisi I DPRD Luwu Timur HM Sarkawi A. Hamid turut mengomentari peristiwa yang menimpa Budi Cahyono.

Menurutnya perlindungan diperlukan baik terhadap Guru dalam proses belajar mengajar namun juga siswa juga perlu mendapat perlindungan.

“Guru dan siswa juga perlu dilindungi utamanya dalam proses belajar mengajar,” pungkasnya.

Di hardiknas ini, Sarkawi mengingatkan peristiwa Budi cahyono muncul karena mungkin adanya ketidak sesuaian antara Guru dan Siswanya. Kepada Guru dan siswa, kata Sarkawi harus ada rasa saling melindungi.

“Terkadang ada yang tidak nyambung antara guru dan siswanya, mereka harus ditanamkan rasa saling melindungi sesama,” tutup Sarkawi.

(tommi setiawan/pojoksulsel)