Beranda Makassar Makassar Keluar Zona Merah, Dewan Persilahkan Pemerintah Buka Pendidikan, Tapi…

Makassar Keluar Zona Merah, Dewan Persilahkan Pemerintah Buka Pendidikan, Tapi…

Anggota DPRD Makassar, Wahab Tahir

HERALDMAKASSAR.com – Sulawesi Selatan disebut sudah keluar dari zona merah Covid-19. Dengan begitu, indikasi untuk membuka sejumlah sektor mulai mencuat. Salah satunya dari sektor pendidikan, utamanya di Kota Makassar.

Sektor pendidikan sampai saat ini masih belum bisa beraktivitas secara normal sejak Maret. Sehingga belajar via daring menjadi opsi alternatif saat ini yang harus ditempuh siswa.

Lantas, apakah Pemerintah Kota Makassar akan kembali menggelar proses tatap muka?

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir opsi kembali mengadakan prosesi belajar mengajar secara tatap muka dinilai sangat memungkinkan.

Pertimbangannya, kata Wahab, wilayahnya terpisah dengan daratan. Dan jika terjadi hal yang tidak diinginkan, dapat tertangani dengan cepat.

“Saya silahkan ke Pemerintah Kota Makassar untuk mengkaji dan menimbang mengambil keputusan soal itu. Kan harus Koordinasi dengan semua stakeholder yang ada. Jangan sampai terjadi ledakan. Siapa yang mengambil sikap?,” kata Wahab, kemarin.

Jika proses belajar mengajar ingin digelar secara serius, diperlukan pertimbangan dan pengkajian yang lebih dalam.

“Akan jadi bahan pertimbangan silahkan saja. Tapi dikaji baik baik lihat perilaku masyarakat, konsultasi dengan stakeholder, tenaga medis, IDI, bidan, dan lain lain,” tukasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan mengatakan meskipun di Sulsel Covid-19 sudah keluar dari zona merah, namun wacana membuka sektor pendidikan belum bisa terealisasi.

Hal tersebut mengacu pada pantauan gugus tugas Covid-19 Kota Makassar yang mengatakan bahwa Makassar dinilai masih belum sepenuhnya aman.

“Kami belum melihat sampai kesitu, kami sudah coba, tapi menurut Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar, Makassar masih rawan juga. Jangan sampai buka terus ada masalah kita tidak mau berspekulasi, termasuk di pulau,” ungkapnya via telepon.

“Sesuai dengan pantauan gugus tugas, tidak dimungkinkan untuk membuka dalam waktu dekat,” pungkasnya.