Beranda Headline News Presiden Jokowi Warning Penggunaan Dana Desa di Tahun 2019

Presiden Jokowi Warning Penggunaan Dana Desa di Tahun 2019

Sambutan Presiden Jokowi di Jambore Desa, Makassar, Sulawesi Selatan.

HERALDMAKASSAR.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar Dana Desa digunakan dengan baik agar memiliki manfaat untuk masyarakat.

“Sampai saat ini telah kita kucurkan Rp187 triliun. Hati-hati uang ini adalah uang sangat besar, sangat besar sekali belum pernah dalam sejarah kita, sebagai bangsa mengelontorkan uang sebesar ini. Oleh karena itu saya titip hati-hati harus betul-betul fokus dan tepat sasaran,” kata Joko Widodo.

Hal ini, dia sampaikan saat menghadiri Jambore Desa Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Desa RI di gedung Wisma Negara, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sabtu (22/11). Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah.

Di awal sambutan Jokowi langsung menyapa dengan salam khas Makassar, “Apa Kareba, Alhamdulillah baik semuanya?”.

Lanjutnya, Pemerintah telah mengucurkan Dana Desa sejak tahun 2015, anggaran nya di seluruh tanah air Rp20,7 triliun, tahun 2016 sebesar Rp47 triliun, tahun 2017 dan 2018 masing-masing Rp60 triliun. Sedangkan tahun depan depan Rp70 triliun.

Dengan Dana Desa ini, Jokowi menyampaikan selama empat tahun. Telah banyak dibangun jalan desa, saluran irigasi. Teruma dalam penggunaaan dana desa, diarahkan dalam pembelian barang selalu membeli dilingkungan desa.

“Contoh jalan desa, batu beli di desa itu, kalau tidak ada di desa sampingnya, kalau tidak ada ke kecamatan, jangan keluar dari lingkup itu,” sebut Jokowi.

Termasuk penggunaan tenaga kerja, agar digunakan semua dari desa itu, “Teori ini uang, jangan sampai kembali ke kota dan Jakarta. Artinya perputaran uang di desa semakin banyak. Uang beredar di lingkup desa, ini yang kita harapkan,” ujarnya.

Dengan Dana Desa sejauh ini di Indonesia telah dibangun jalan desa 158 ribu Km, posyandu 18.400 unit, PAUD 48 ribu unit, pasar desa 6.900 unit, jembatan, embun, BUMDes dan lain-lain.

Untuk tahun depan penggunaanya digeser pada strategi kita geser ke pemberdayaan ekonomi dan inovasi desa.

Dia meminta dana desa dikelola dengan maksimal dan bermanfaat pada peningkatan perekonomian warga desa. Misalnya dibuat untuk mengembangbiakan bibit tanaman untuk Sulsel kebutuhan coklat, atau membuat daerah tujuan wisata.

Jokowi mencontohkan, di Desa Umbul Ponggok di Klaten, yang membangun wisata air dengan dana desa. Keuntungan dari wisata itu selanjutnya masuk ke kas desa. Desa itu meraup pendapatan Rp 14 miliar per tahun. Serta sebuah desa bisa dijadikan desa wisata.

Desa di Jogjakara, sebuah desa Gunung Kidul dibuat menjadi desa wisata, dalam setahun income (pendapatannya) Rp8 miliar, artinya uang yang dikeluarkan memiliki hasil dan dengan investasi itu mendatangkan uang kembali ke desa.

Hal lain, yang disampaikan Jokowi agar bangsa yang memiliki jumlah penduduk sebesar 260 juta jiwa dan 714 suku ini agar dapat menjaga kerukunan dan persaudaraan.

“Aset terbesar bangsa ini adalah kerukunan dan persaudaraan,” ujarnya.

Sementara itu, Nurdin Abdullah menyampaikan, dengan hadirnya Dana Desa yang merupakan program priorotas presiden, sebanyak 2.255 desa yang ada tumbuh dengan sangat pesat. Dana Desa yang ada sejak tahun 2015-2018 di Sulsel sebanyak Rp5,7 triliun.

Dari dana tersebut telah dibangun jalan desa sepanjang 7.164 Km, jembatan, irigasi, embun, PAUD dan bebrapa ribu program yang lain.

“Tentu atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel atas capaian Dana Desa ini. Atas nama masyarakat Sulsel menyampaikan terima kasih, capaian ini sekaligus menunjukkan pemerintah pusat hingga daerah memiliki komitmen untuk membangun dan mensejahterahkan masyarakat desa,” ujarnya.

(HM/MKA)