Beranda Sulsel Hari Jadi Selayar Ke-413, Gempita Unismuh Bahas Soal Mahasiswa dan Pemilu 2019

Hari Jadi Selayar Ke-413, Gempita Unismuh Bahas Soal Mahasiswa dan Pemilu 2019

Dialog peringatan Hari Jadi Selayar Ke-413 oleh Gempita Unismuh Makassar.

HERALDMAKASSAR.com – Dewan Pimpinan Komisariat Gerakan Mahasiswa-Pelajar Indonesia Tanadoang (Gempita) komisariat Universitas Muhammadiyah (Unismuh) menggelar bazar dan dialog publik dengan menghadirkan beberapa narasumber di Selayar, Aswar Darwis dari Nusantara Institute dan Andi Ansar mahasiswa asal Selayar yang bertindak selaku moderator.

Dialog tersebut mengusung tema, peran mahasiswa dalam mengawal pesta demokrasi 2019.

Dalam paparannya, para narasumber menyampaikan tentang pentingnya peran mahasiswa dalam mewarnai pesta demokrasi 2019.

“Mahasiswa dalam rentetan peristiwa sejarah republik ini telah mencatat banyak keterlibatan dalam mengawal bangsa dan negara melalui sumbangsih pemikiran dan gagasannya. Sejak 1908, 1928, 1945, 1966, 1974 hingga puncak reformasi 1998 yang meruntuhkan rezim berkuasa selama 32 tahun,” ucap Taqwa dalam dialog yang berlangsung di Warkop Cess Kopi, Jalan Alauddin, Kamis (29/11) malam.

“Bagaimana kemudian mahasiswa ikut aktif dalam menskenariokan gerakan politik sebagai wujud kepedulian mereka terhadap kondisi real negara ketika itu.

Saya sengaja mengemukakan hal ini sebab perlu kita ingat kembali dan merenungkan sejarah itu, sementara di era pasca reformasi mahasiswa sudah mulai kehilangan orientasi pergerakan disebabkan berkurangnya animo mahasiswa dalam berdiskusi dan mengkaji permasalahan-permasalahan aktual,” terangnya.

Menurut Taqwa, mahasiswa sekarang ini sudah telah mengalami krisis intelektual, lemah pada aspek kajian dan terkadang tidak cermat dalam mengkaji isu-isu kontemporer. Selalu saja terkoptasi dengan wacana yang tidak produktif.

“Saran saya kembalikan budaya diskusi dan perbanyak membaca untuk menambah wawasan, apalagi di era perkembangan IT saat ini kita diperhadapkan dengan fenomena sosial media, segala informasi sudah up to date, dan berbagai isu berkembang dengan cepat melalui media sosial,” jelasnya.

“Saat ini generasi milenial lebih mengutamakan private personalnya ketimbang memikirkan kondisi kekinian disekitarnya, sehingga terkadang banyak momen yang dilewatkan, misalnya pemilu 2019 akan datang sudah saatnya mahasiswa mengambil peran dalam mengawal pesta demokrasi dan memberikan edukasi dalam berdemokrasi yang sehat jauh dari isu SARA yang dapat memicu konflik sesama anak bangsa,” tandas Ketua PPI Sulsel tersebut.

Di tempat yang sama, Aswar Darwis lebih menyinggung pada lemahnya wacana kontemporer yang dikaji oleh mahasiswa saat ini.

“Kalau untuk pengawalan demokrasi sebaiknya teman-teman mahasiswa kembali ke kampung halamannya dan bantu pemerintah di kampungnya dalam membangun,” ujar Aswar yang juga aktivis mahasiswa HMI.(*)

(HM/IR)