Beranda Sulsel Bupati Husler Dukung Karya Pelajar SD Kelola Limbah Merica Jadi Bio Gas

Bupati Husler Dukung Karya Pelajar SD Kelola Limbah Merica Jadi Bio Gas

POJOKSULSEL.com, LUWU TIMUR – Tim Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyambangi masyarakat Kecamatan Towuti. Tim Safari Ramadhan ini dipimpin langsung Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler didampingi Istri, Puspawati yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Luwu Timur yang dipusatkan di Rumah Jabatan Camat Towuti di Desa Langkea Raya, Kamis (31/05/2018).

Camat Towuti, Alimuddin Nasir dalam laporannya mengatakan, alokasi APBD yang masuk di Kecamatan Towuti mencapai Rp64 Milyar lebih. Sementara terkait suasana wilayah Towuti, Alimuddin mengatakan sangat kondusif. Hal ini berkat kerjasama yang baik antara Pemerintah Kecamatan dan unsur Muspika.

“Umat islam bisa melaksankan ibadah puasa dengan aman dan lancar karena sejak awal, kami bersama unsur Muspika memang melarang penggunaan petasan. Alhamdulillah, imbauan ini berjalan sesuai yang diharapkan,” katanya.

Ia juga meminta dukungan Pemerintah Daerah terkait keberhasilan pelajar SD 264 Wawondula yang telah berhasil mengharumkan Kabupaten Luwu Timur atas karyanya memanfaatkan limbah merica menjadi bio gas. Atas keberhasilan itu, para pelajar ini akan mengikuti lomba ke tingkat Nasional.

Menanggapi laporan itu, Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler menyampaikan apresiasinya atas prestasi tersebut. Bahkan, Bupati siap memberikan anggaran sebanyak Rp10 juta sebagai bentuk dukungan untuk mengikuti lomba tersebut.

Husler juga menyampaikan terima kasih karena masyarakat di Kecamatan Towuti tetap menjaga toleransi dan kebersamaan mengingat wilayah ini sangat majemuk. Bahkan, kata Husler, meskipun berbeda keyakinan umat beragama lainnya juga saling mendukung satu sama lainnya.

Dalam safari tersebut, Husler juga menyerahkan berbagai bantuan, diantaranya bantuan bedah rumah bagi 18 Desa dengan total bantuan senilai Rp1,8 Milyar, bantuan 17 unit handtraktor bagi 17 kelompok. Selanjutnya penyerahan 3 unit bak sampah dan satu set tenda terowongan serta dua unit genzet yang diberikan oleh PT. Vale Indonesia.
(tommy setiawan/pojoksulsel)