MAKASSAR – Tantangan penyuluhan di era digital menuntut Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) untuk semakin kreatif, adaptif, dan mampu membaca kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Pelatihan Berbagai Metode Penyuluhan bagi PKB/PLKB yang dilaksanakan DPPKB Kota Makassar bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan di Karebosi Premier Hotel Makassar, Selasa (11/8/2026).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Fatmawati, ST., M.Eng., membuka kegiatan sekaligus menjadi narasumber dengan membawakan materi “Arah Kebijakan Program Bangga Kencana dan Strategi Penguatan Penyuluhan dalam Mendukung Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN.”
Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan pelatihan ini penting untuk memastikan penyuluh memiliki kemampuan komunikasi yang semakin relevan dengan perkembangan zaman.
“Penyuluh harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan karakter masyarakat. Pesan yang baik harus disampaikan dengan metode yang tepat agar mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat,” kata Andi Irwan.
Dalam paparannya, Fatmawati menjelaskan bahwa penyuluhan bukan hanya aktivitas menyampaikan informasi. Lebih dari itu, penyuluh harus mampu membangun komunikasi, memberikan edukasi, meyakinkan masyarakat, hingga mendorong perubahan perilaku dan pola pikir.
Untuk mencapai hal tersebut, PKB/PLKB perlu memahami karakteristik sasaran sebelum menentukan metode komunikasi yang digunakan.
Fatmawati juga mengingatkan pentingnya data keluarga yang akurat dan berbasis by name by address. Data tersebut menjadi fondasi dalam menentukan intervensi yang tepat dan memastikan program dapat menyentuh keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Penguatan berbasis data tersebut semakin relevan dalam mendukung berbagai program prioritas, seperti GENTING, TAMASYA, GATI, SIDAYA, serta layanan keluarga berbasis AI/SuperApps.
Di sisi lain, media sosial juga dinilai memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi publik. PKB/PLKB diharapkan tidak hanya menguasai penyuluhan secara tatap muka, tetapi juga mampu memanfaatkan kanal digital untuk menyampaikan informasi pembangunan keluarga secara kreatif.
Andi Irwan berharap pelatihan tersebut dapat menghasilkan penyuluh yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu menerjemahkan kebijakan menjadi pesan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Harapannya, PKB/PLKB semakin cerdas membaca data, kreatif menyampaikan pesan, dan semakin dekat dengan masyarakat. Karena setiap penyuluhan harus memberikan manfaat dan membuka peluang terjadinya perubahan nyata,” ujarnya.
Dengan penguatan kapasitas tersebut, DPPKB Kota Makassar optimistis peran PKB/PLKB dalam mendukung Program Bangga Kencana semakin efektif, sekaligus memperkuat pembangunan keluarga yang berkualitas di Kota Makassar.












