HERALDMAKASSAR – Suasana haru mewarnai Wisuda Tahfidz Ranu Harapan Islamic School (RHIS) 2026 ketika Ketua Yayasan Ranu Prima, Muhammad Ramli Rahim (MRR), mengenang perjalanan panjang sekolah yang dirintisnya sejak 2017. Di hadapan ratusan orang tua siswa, ia mengajak seluruh hadirin menengok kembali awal berdirinya RHIS yang hanya memiliki enam siswa hingga kini berkembang menjadi sekolah dengan gedung sendiri.
Ramli mengungkapkan, RHIS resmi berdiri pada 17 Juli 2017 di sebuah bangunan sederhana di Jalan Gagak, Makassar. Saat itu, sekolah hanya membuka jenjang SMP dengan enam siswa. Bahkan, jumlah guru yang mengajar lebih banyak dibandingkan jumlah peserta didiknya.
“Ketika RHIS berdiri, kami hanya memiliki enam siswa. Banyak yang meragukan apakah sekolah ini bisa bertahan. Tetapi kami yakin, jika niatnya untuk mencetak generasi Qurani dan memberikan pendidikan terbaik, Allah pasti akan menunjukkan jalan,” tutur Ramli disambut tepuk tangan hadirin.
Perjalanan sembilan tahun membangun RHIS, menurutnya, bukanlah perjalanan yang mudah. Berbagai keterbatasan harus dihadapi dengan penuh kesabaran. Ruang belajar yang sempit, banjir yang kerap menggenangi sekolah saat musim hujan, listrik yang sering padam di tengah proses pembelajaran, hingga pandemi Covid-19 yang memaksa seluruh aktivitas belajar berpindah ke sistem daring menjadi bagian dari ujian yang harus dilewati.
Namun, di balik berbagai tantangan tersebut, semangat untuk menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas tidak pernah surut. Perlahan tetapi pasti, kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Jumlah siswa meningkat setiap tahun, diikuti dengan pengembangan fasilitas dan kualitas pembelajaran.
Momen paling mengharukan dalam sambutannya adalah ketika Ramli menceritakan bagaimana RHIS akhirnya memiliki gedung sekolah sendiri. Gedung tersebut sebelumnya merupakan sebuah hotel yang kemudian dibeli dan dihibahkan sepenuhnya untuk kepentingan pendidikan.
“Ini bukan sekadar bangunan. Ini adalah bukti bahwa mimpi yang diperjuangkan dengan keikhlasan dan kesabaran akan menemukan jalannya. Kami ingin menghadirkan tempat terbaik untuk mendidik anak-anak menjadi generasi Qurani yang unggul,” ujarnya.
Kisah tersebut membuat banyak orang tua tampak terharu. Perjalanan RHIS menjadi bukti bahwa sebuah lembaga pendidikan besar dapat lahir dari langkah-langkah kecil yang dibangun dengan komitmen, keteguhan, dan keyakinan.
Wisuda Tahfidz RHIS 2026 pun menjadi lebih dari sekadar seremoni kelulusan para penghafal Al-Qur’an. Acara itu menjadi momentum refleksi atas perjalanan sebuah sekolah yang tumbuh dari enam siswa menjadi lembaga pendidikan yang terus berkembang dan dipercaya masyarakat, sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap cita-cita besar selalu berawal dari keberanian untuk memulai.












