HERALDSULSEL – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) 2026 melahirkan sejumlah rekomendasi strategis yang berpotensi mengubah wajah organisasi alumni terbesar di Indonesia Timur tersebut. Salah satu poin yang paling menyita perhatian adalah peluang diterapkannya pemilihan langsung Ketua Umum IKA Unhas mulai periode 2031-2036.
Keputusan itu merupakan hasil rapat maraton Tim Adhoc Mubes IKA Unhas yang berlangsung selama dua hari, 30–31 Mei 2026, di Hotel MaxOne Makassar. Tim yang beranggotakan 40 perwakilan IKA fakultas dan IKA wilayah se-Indonesia tersebut berhasil merampungkan pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pokok-pokok program kerja, serta rekomendasi Mubes.
Koordinator Tim Adhoc, Husba Padha, menjelaskan bahwa perubahan substansi AD/ART memang tidak terlalu banyak. Namun terdapat satu poin krusial yang menjadi perhatian, yakni penegasan bahwa sistem pemilihan langsung ketua umum menjadi pilihan utama pada periode mendatang.
“Dalam AD dan ART yang sudah kami tetapkan, pemilihan ketua secara langsung menjadi prioritas. Posisi klausulnya kini ditempatkan sebagai pilihan utama dibanding sebelumnya,” ujar Husba.
Menurutnya, perubahan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa IKA Unhas mulai mengarah pada sistem yang lebih partisipatif dan demokratis. Meski demikian, mekanisme teknis pemilihan langsung nantinya akan diatur lebih rinci melalui Peraturan Organisasi (PO).
Selain membuka peluang pemilihan langsung, rapat adhoc juga menyepakati perubahan masa kepengurusan dari empat tahun menjadi lima tahun. Dengan keputusan tersebut, masa jabatan Ketua Umum IKA Unhas terpilih, Andi Amran Sulaiman, berlangsung untuk periode 2026-2031.
Ketua Panitia Mubes IKA Unhas, Muhammad Ramli Rahim (MRR), menyebut hasil kerja tim adhoc diharapkan menjadi panduan penting bagi kepengurusan mendatang.
“Semoga yang ditetapkan tim adhoc bisa menjadi pedoman bagi kepengurusan periode 2026-2031 dalam menjalankan organisasi dan memperkuat kontribusi alumni,” kata MRR.
Tak hanya membahas tata kelola organisasi, forum juga melahirkan sejumlah rekomendasi strategis untuk Universitas Hasanuddin. Salah satunya usulan dari perwakilan IKA Unhas Sumatera Selatan, Prof Ridho Taqwa, yang mendorong Unhas memperluas akses bagi lulusan SMA dari wilayah barat Indonesia agar dapat menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Usulan itu mendapat dukungan peserta rapat dan masuk dalam daftar rekomendasi resmi Mubes. Selain itu, forum juga merekomendasikan pembentukan lembaga mahasiswa tingkat universitas serta pelaksanaan dialog rutin antara Ketua Umum IKA Unhas dengan alumni di berbagai daerah.
Seluruh hasil rapat akan disusun dalam bentuk buku dan diserahkan kepada Ketua Umum IKA Unhas terpilih sebagai acuan pelaksanaan program organisasi lima tahun ke depan.
Dengan lahirnya berbagai rekomendasi tersebut, Mubes IKA Unhas 2026 dinilai menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi organisasi alumni menuju tata kelola yang lebih modern, inklusif, dan partisipatif.












