Beranda Makassar Majelis Profesor UNM: Prof Karta Jayadi Sukses Dorong Lonjakan Jumlah Guru Besar...

Majelis Profesor UNM: Prof Karta Jayadi Sukses Dorong Lonjakan Jumlah Guru Besar UNM, Prof Farida Patitingi Siap Lanjutkan

HERALDMAKASSAR – Upaya percepatan jabatan fungsional akademik dosen menuju Guru Besar di Universitas Negeri Makassar menunjukkan hasil menggembirakan. Program strategis yang digulirkan sejak masa kepemimpinan Prof Husain Syam berhasil menorehkan sejarah baru bagi UNM sebagai kampus unggul dan bereputasi internasional.

Sejak tahun 2016 hingga pertengahan 2024, UNM mencatat penambahan 82 Guru Besar dari berbagai fakultas. Program Percepatan Guru Besar yang diinisiasi Prof Husain Syam tidak hanya menjadi pemicu motivasi bagi para dosen, tetapi juga memperkuat budaya akademik dan kolaborasi lintas bidang di lingkungan kampus.

Tongkat estafet kepemimpinan kemudian diteruskan oleh Prof Karta Jayadi yang dalam waktu singkat berhasil memacu percepatan tersebut secara signifikan. Selama satu tahun masa kepemimpinannya, UNM menambah 54 Guru Besar baru, capaian yang disebut sebagai lompatan besar dalam sejarah universitas.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja bersama, kolaborasi, dan dukungan kelembagaan mampu mempercepat lahirnya ilmuwan-ilmuwan unggul dari UNM,” ujar Ketua Majelis Profesor UNM, Prof Jasruddin Daud Malango.

Kini, kepemimpinan UNM berada di bawah Pelaksana Harian (Plh) Rektor, Prof Farida Patitingi yang menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program percepatan Guru Besar secara berkelanjutan.

Dalam arahannya kepada Majelis Profesor UNM, Prof Farida menargetkan bahwa pada akhir tahun 2025, jumlah Guru Besar di UNM akan mencapai 200 orang, meningkat dari total 171 Guru Besar yang telah ada saat ini.

“Kami ingin memastikan setiap dosen yang telah memenuhi syarat administratif dan akademik mendapat dukungan penuh untuk mencapai jabatan Guru Besar. UNM harus terus menjadi rumah besar bagi para ilmuwan dan peneliti unggul,” tegas Prof Farida.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi UNM untuk memperkuat posisi dan daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Prof. Farida juga menyampaikan harapannya agar UNM dapat segera menyusul Universitas Hasanuddin (Unhas) yang kini berada di peringkat teratas nasional dengan lebih dari 400 Guru Besar.

Peningkatan jumlah Guru Besar di UNM bukan sekadar indikator prestasi institusi, tetapi juga simbol dari semangat kolektif sivitas akademika dalam mengangkat martabat pendidikan tinggi Indonesia.

“Sejarah mencatat, sejak transformasi dari IKIP Ujungpandang menjadi UNM, lonjakan jumlah Guru Besar paling signifikan terjadi di era Prof. Husain Syam dan Prof. Karta Jayadi. Kini, kita optimistis kepemimpinan Prof. Farida akan menuntun UNM ke puncak kejayaan akademik,” ungkap Prof Jasruddin.