MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kota Makassar Tahun 2025, Senin (21/7/2025), di Ballroom Gedung Government Center lantai I.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas PP & KB Kota Makassar, Drs. Andi Irwan Bangsawan, M.Si, yang juga tampil sebagai narasumber pertama. Dalam pemaparannya, beliau mengangkat tema “Arah Kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam Mendukung Pelaksanaan Tugas dan Fungsi TPPS.”
Turut hadir sebagai pemateri kedua, Kepala Dinas P3A dan DALDUK KB Provinsi Sulsel, Hj. Andi Mirna, S.H, yang membawakan materi bertajuk “Mekanisme Pelaporan TPPS.”
Acara ini diikuti oleh para Kepala Bidang DPPKB Makassar, perwakilan SKPD terkait, para camat atau yang mewakili, Kepala UPT KB se-Kota Makassar, serta seluruh penyuluh KB.
Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting
Dalam sambutannya, Dr. A. Irwan Bangsawan menekankan pentingnya konvergensi dan integrasi lintas sektor dalam menangani persoalan stunting. Ia menyebutkan bahwa penurunan angka stunting harus dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pemantauan dan evaluasi program.
“Program percepatan penurunan stunting ini bersifat multisektoral. Oleh karena itu, koordinasi, sinergi, dan komitmen bersama dari seluruh tingkatan – mulai dari kota hingga RT/RW – sangat diperlukan agar kita bisa menurunkan prevalensi stunting secara signifikan,” tegasnya.
Ia mengapresiasi capaian Makassar yang berhasil menurunkan angka prevalensi stunting dari 25,6% (2023) menjadi 22,9% (2024). Meski begitu, ia mengingatkan bahwa tantangan masih besar, mengingat target RPJMD adalah 18%.
Lima Fokus Strategis
Kepala Dinas PPKB ini juga menyoroti lima poin strategis yang menjadi fokus percepatan penurunan stunting:
- Integrasi Program lintas sektor seperti kesehatan, pendidikan, pangan, dan sanitasi.
- Optimalisasi Data agar program lebih tepat sasaran dan terukur.
- Peningkatan Kapasitas SDM, termasuk kader dan penyuluh di tingkat lapangan.
- Pemberdayaan Masyarakat sebagai ujung tombak perubahan perilaku.
- Inovasi dan Adaptasi sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan riil masyarakat.
Ajak Seluruh OPD Proaktif dalam Penyusunan Laporan TPPS
Selain menekankan pentingnya pelaksanaan program, Dr. Irwan juga mengingatkan bahwa salah satu tugas penting TPPS adalah menyusun Laporan Pelaksanaan Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting setiap semester.
Ia menghimbau agar seluruh OPD pengampu data aktif bekerja sama dengan sekretariat TPPS dalam pengumpulan dan pelaporan data semester I.
“Mari kita samakan persepsi, perkuat komitmen, dan bangun langkah-langkah konkret yang lebih terarah. Jadikan anak-anak kita generasi emas yang sehat, cerdas, dan produktif, bebas dari ancaman stunting,” tutupnya.
Acara pun resmi dibuka dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, menandai dimulainya langkah serius Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di tahun 2025.












