Beranda Makassar Dewan Soal Wacana Pembangunan Parkir Bertingkat di CPI: Perlu Pertimbangan Matang Pemkot

Dewan Soal Wacana Pembangunan Parkir Bertingkat di CPI: Perlu Pertimbangan Matang Pemkot

Abdi Asmara

HERALDMAKASSAR.COM – Wacana pembangunan parkir bertingkat di Center Point Of Indonesia (CPI) dinilai perlu dipertimbangkan kembali. Ketua Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Makassar, Abdi Asmara mengatakan wacana tersebut perlu dipertimbangkan matang oleh Pemkot Makassar.

“Kita lihat perencanaannya, apa perencanannya? kita mau lihat siapa yang mau parkir di sana, kita lihat apa kebutuhannya, semua kan harus melalui satu perancanaan dan program,” katanya.

Kendati demikian, kata Abdi, prospek tersebut merupakan hal yang baik. Legislator Demokrat itu mengatakan, selama dampak yang diberikan berdampak baik dan bermanfaat, ia meyakini, dewan akan sejalan dengan Pemkot Makassar.

Hanya saja, dalam kondisi sekarang pemerintah juga perlu mempertimbangkan infrastruktur di daerah lain, tidak perlu terburu-buru dalam mendorong hal ini.

“Sekarang kan kalau hujan terjadi genangan, artinya drainase harus menjadi fokus dulu, jalan lingkungan juga masih banyak berupa tanah, kami di DPRD sangat senang dengan program pemerintah tapikan harusnya itu pemerataan juga,” ucapnya.

Anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kota Makassar Nurul Hidayat mengatakan prospek jangka panjang untuk perparkiran di sana sangatlah baik guna mengatasi kemacetan pengunjung.

“Jangka panjangnya itu memang bagus saja, dan mungkin saja di sana nanti ada transportasi laut (sehingga bisa semakin padat),” katanya.

Dia mengatakan nantinya pengelolaan harus tetap diberikan kepada PD Parkir, walau sejumlah operasi alat tetap rencana akan dipihakketigakan.

“Jadi nanti dipihakketigakan, ada nanti pemenang tender dan semua sistemnya itu dengan online. Jadi harus tetap PD Parkir yang menangani, tapikan itu nanti alatnya dia punya fasilitas itu dipihakketigakan,” katanya.

Lebih lanjut, meski prospek ke depan cukup baik dalam menekan kemacetan, Nurul pesimis dalam kondisi sekarang upaya ini bisa secepatnya diwujudkan. Dia meminta pembangunan jangan terburu-buru dilakukan.
Angka kunjungan di sana dianggap masih kecil dan belum begitu ramai, hal ini dianggapnya akan berjalan optimal setelah angka kunjungan benar-benar membludak.

“Sebetulnya kalau sekarang itu program mau dilaksanakan jangan dulu, karena di sana kan orang yang berkunjung saja toh yang mau diandalkan, maksud saya tidak ada masalah tapi jangan buru-buru,” katanya.