Beranda Politik Dilan Siapkan Tim Hukum Antisipasi Kecurangan Lawan

Dilan Siapkan Tim Hukum Antisipasi Kecurangan Lawan

HERALDMAKASSAR.com – Bakal Calon Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal alias Deng Ical, bersama Ketua Tim Pemenangan Dilan, Andi Yagkin Padjalangi, mengukuhkan Tim Hukum Dilan di Sekretariat Bersama (Sekber) Dilan, Jalan Jenderal Sudirman, Jumat (25/9/2020) malam. Tak kurang 50 advokat bergabung dalam tim hukum pasangan doktor dan dokter tersebut.

Tim Hukum Dilan dikomandoi oleh Yusuf Lao. Pengacara ini akan mengkoordinir puluhan advokat lain dalam mengawal pemenangan pasangan usungan PDIP, Hanura dan PKB dari sisi hukum. Tidak cuma itu, tim hukum juga ditugaskan mengantisipasi kecurangan lawan.

Yusuf mengaku sudah merancang strategi terkait pendampingan pasangan Deng Ical dan Fadli Ananda atau populer disapa Dilan. Termasuk pihaknya sudah membentuk divisi pengumpulan atau penggalangan bukti.

Menurut dia, divisi ini bertugas mengumpulkan bukti terkait potensi kecurangan pada tiap tahapan pilkada yang bisa saja menyasar jagoannya. Keberadaan divisi ini akan didukung oleh perwakilan tim hukum yang juga akan ditempatkan di setiap kecamatan.

“Setelah pengukuhan ini, kami akan langsung fokus bekerja. Tim hukum ini akan menyebar ke seluruh kecamatan, 15 kecamatan di Makassar, dimana kita sudah ada divisi penggalangan bukti untuk antisipasi kecurangan yang mungkin dilakukan lawan,” ucap dia.

“Intinya ya kita akan bekerja maksimal, kita tidak mau Deng Ical-Dokter Fadli dicurangi. Semuanya itu juga selaras dengan komitmen Dilan menghadirkan pesta demokrasi yang jujur dan adil,” sambung Yusuf Lao.

Sementara itu, Deng Ical mengharapkan Tim Hukum Dilan bisa melindungi Dilan dari potensi-potensi kecurangan yang bisa menganggu perjuangan pihaknya. Diajaknya pula agar seluruh pihak, termasuk paslon rivalnya untuk menghindari kecurangan.

“Mari ciptakan pilkada yang tidak hanya aman, damai dan sehat, tapi juga jujur dan adil. Apalagi, semuanya berkaitan dengan kepemimpinan di kota yang kita cintai. Makassar membutuhkan pemimpin adil, jujur dan berintegritas,” tandasnya. (*)