Beranda Makassar Dekan FTI Minta SPP Mahasiswa Didiskon, Rektor UNM: Jangan Provokator Pak

Dekan FTI Minta SPP Mahasiswa Didiskon, Rektor UNM: Jangan Provokator Pak

Screenshoot video Tribun Timur

HERALDMAKASSAR.com – Beredar sebuah video telekonferensi zoom yang diikuti oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi Prof Jasruddin, Rektor UIN Prof Hamdan Juhannis, Rektor UNM Prof Husain Syam, Mantan Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi, Ketum IGI Muh Ramli Rahim, para Dekan, serta perwakilan Dosen se-Sulsel.

Dalam video tersebut yang di moderatori oleh Pakar Politik Unhas Adi Suryadi Culla, sempat terjadi bersitegang antara Dekan FTI UMI Zakir Sabara dengan Rektor UNM Prof Husain Syam, terkait kebijakan kampus untuk memberlakukan kuliah kepada mahasiswa secara online.

Dalam pernyataannya, Dekan FTI UMI meminta agar kuliah online dihentikan selama berlangsungnya wabah Covid-19, karena menurutnya, kebijakan tersebut sangat merugikan bagi mahasiswa khususnya yang berada di kampung. Apalagi, kata Zakir, biaya kuliah online juga bisa menguras ekonomi mahasiswa.

“Saya mohon dihentikan kuliah online, karena itu sangat merugikan mahasiswa kita. Saya cuma mau kasih hitungan dalam satu mata kuliah dalam satu hari itu, dia butuhkan Rp50 ribu kuota, dalam satu Minggu 6 sampai 7 mata kuliah dia butuhkan Rp350 ribu, berarti dalam satu bulan bisa mengeluarkan uang sampai Rp1,5 juta itu sangat tidak efisien untuk anak-anak kita, apalagi yang dikampung. Dalam kondisi sulit seperti ini mohon dihentikan kuliah online, harus ada alternatif lain yang lebih murah,” terang Zakir.

Tidak hanya itu, Zakir juga meminta kepada semua Rektor membuat kebijakan agar biaya kuliah atau uang kuliah tunggal (UKT) diberikan diskon seluruh kepada mahasiswa yang terdampak. Mengingat, menurut dia, beban mahasiswa sekarang sangat tidak memungkinkan dalam mengikuti perkuliahan dalam kondisi ditengah wabah virus Corona.

“Saya keliling daerah ini, siapa yang mau kuliah dalam kondisi seperti ini? Jangankan yang mau kuliah, yang sementara kuliah berapa persen bisa melanjutkan kuliahnya sekarang? Cari makan saja susah, jadi kita harus membuat kebijakan radikal, mohon bapak rektor semua membuat kebijakan radikal, bahwa semester depan seluruh mahasiswa yang terdaftar ini diskon 50 persen SPP-nya untuk mahasiswa baru minimal hilangkan SPP itu, yang ada adalah biaya pendidikan saja,” ungkapnya.

Kemudian moderator mempersilahkan Rektor UNM Prof Husain menanggapi pernyataan Dekan FTI. Sontak, Prof Husain menganggap apa yang disampaikan Zakir Sabara adalah sebuah tindakan provokasi.

“Jangan bikin masalah pak (Zakir Sabara). Bapak bicara itu, jangan jadi provokator, membuat dengan menurunkan UKT, kalau kami tidak ada masalah pak. Ini provokator ini, bahaya ini, kalau UMI begitu, UNM tidak begitu,” tegas Prof Husain.

“Saya bukan provokator Prof, ini cuma usulan,” seloroh Zakir Sabara.

“Tidak ada masalah dengan UNM, jangan mentracing begitu dengan menurunkan UKT SPP 50 persen misalnya, kalau kami tidak punya masalah pak. Kalau bapak berbicara begitu bahaya,” lanjut Husain.

“Kenapa diskusi begini? Diskusinya kayak di warung kopi saja,” sahut salah satu peserta dalam telekonferensi zoom.

Prof Husain kembali menambahkan, saat ini pihaknya tengah berusaha mengakomodir seluruh kebutuhan mahasiswa yang terdampak, baik dalam mengikuti perkuliahan online agar tidak ada kegiatan yang terhenti dalam menghadapi persoalan Covid-19.

“Saya tegaskan dulu supaya jangan bias, saya sudah punya klase, saya sudah punya semuanya, itu gratis semua itu saya sumbang lagi misalnya Rp50 ribu per bulan, Rp1,5 miliar satu bulan saya keluarkan, tapi bukan menjadi persoalan. Jangan tiba-tiba anda menggiring opini karena bapak swasta bahwa kurangi UKT, bahaya itu. Karena ini menjadi persoalan pak, ini akan terjadi demonstrasi terus menerus,” jelas Prof Husain.