Beranda Headline News Bawa Pistol, Kasatpol PP Makassar Ngamuk di Toko Agung

Bawa Pistol, Kasatpol PP Makassar Ngamuk di Toko Agung

HERALDMAKASSAR.com – Hari kesepuluh penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar, diwarnai ketegangan antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP dengan pemilik Toko Agung. Keributan tidak terhindarkan, setelah Kepala Satpol PP Makassar Iman Hud tersulut emosi.

Keributan itu, direkam oleh warga dan menjadi viral. Video berdurasi 1 menit 14 detik itu beredar di sejumlah grup WhatsApp.

Dalam video terlihat jelas, Kepala Satpol Pamong Praja Makassar Iman Hud mengamuk di Toko Agung, Jalan Ratulangi, Makassar, sembari pistol melengket di pinggangnya.

Iman Hud menunjukkan kemarahannya sambil menunjuk-nunjuk ke lawan bicaranya yang diduga karyawan Toko Agung. Ia marah karena toko penjual alat tulis kantor itu telah ditegur berulang-ulang, namun tetap saja buka. Bahkan, telah diberikan surat peringatan.

Video diawali dengan percakapan orang yang diduga karyawan toko. Iman menginterogasi pria itu soal aktivitas jual beli yang masih terjadi di Toko Agung.

“Coba saya tanya kamu. Kamu bilang sama saya. Kamu bohong tidak sama saya. Kamu bohong to,” kata Iman dengan nada tinggi.

Namun, pria itu mencoba membela diri. Ia menampik tudingan Iman.

“Berbohong apa pak. Saya tidak bohong,” katanya. Iman makin naik pitam. Ia lalu menunjuk ke arah toko. “Kamu bilang tidak ada. Itu di dalam apa,” ketus Iman.

Pria itu kemudian mencoba meluruskan. “Saya tidak bilang pak tidak ada. Saya bilang 80 persen online (pembeli online),” ucapnya.

Iman juga tampak bersitegang dengan seorang wanita paruh baya. Wanita itu emosi dan terjadi perdebatan antara keduanya.

Sementara dua pria bertubuh tambun tampak berusaha menenangkan Iman.

“Iya pak sudah. Kami salah. Maafkan kanda,” ujar pria berambut gondrong yang menurut warga adalah bos jukir Toko Agung.

Pria itu tampak terus mendekati Iman untuk menenangkannya.

Seorang pria lainnya yang bertubuh lebih gempal juga sempat dicecar Iman. Pria itu diduga juga kaki tangan Toko Agung.

“Kau orang sini to. Kau dengar saya bicara,” ketus Iman lagi.

Iman lalu menumpahkan kekesalannya karena merasa dibohongi dan dipermainkan.

“Kau bohongi saya. Kau kira saya takut sama kau semua itu. Siapa laki-laki di sini,” katanya sambil terus berjalan menuju kendaraannya.

(HM)