Beranda Makassar Petugas Medis di Makassar Mulai Teriak Kehabisan APD

Petugas Medis di Makassar Mulai Teriak Kehabisan APD

HERALDMAKASSAR – Terus bertambahnya pasien positif virus korona di Indonesia, sejumlah rumah sakit yang menangani kasus korona dipastikan kehabisan stok Alat Pelindung Diri (APD)

Alat pelindung diri atau (APD) ini sangat penting bagi petugas medis yang bersentuhan langsung dengan pasien positif maupun yang masih diduga terpapar virus korona. Kurangnya stok APD di sejumlah rumah sakit yang menangani pasien korona dikarenakan penggunaan alat pelindung diri (APD) ini hanya di pakai sekali saja.

Beberapa petugas medis mulai mengeluhkan keterbatasan alat pelindung diri, seperti yang menjadi vital di media sosial. Diketahui petugas medis tersebut berasal dari RSUD Lanto Dg Pasewang, Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Video yang dibagikan oleh akun Twitter @non_tary tersebut kini, Sabtu (21/3/2020), telah mendapatkan lebih dari 12 ribu retweet dan sekitar 13 ribu like.

“Kami hanya bisa gunakan APD seadanya pak @jokowi tolong bantu kami.. Pujian tidak ada gunanya pak,” tulis @non_tary dalam video unggahan tersebut, Jumat (20/3/2020).

dr Pasriani pelaksana tugas kepala bagian tata usaha di RSUD Lanto Dg Pasewang.Membenarkan ketersediaan APD dalam menangani virus korona semakin menipis

“Kami memakai apa yang memang sudah ada. Tanpa COVID-19 pun kami siap APD, tapi karena pemakaiannya sekali pakai, maka penggunaannya menjadi banyak,” kata dr Pasriani kepada detikcom, Sabtu (21/3/20220).

“Kalau keadaan ini jadi berlanjut lama, pasti kami akan kehabisan,” lanjutnya.

dr Prasiani mengaku selama kehabisan hazmat atau baju khusus untuk penanganan pasien virus corona, petugas medis di RSUD Lanto Dg Pasewang hanya mengenakan jas hujan plastik sebagai alternatif sementara.

Tak hanya itu, dr Prasiani juga menjelaskan berbagai macam alat penunjang lainnya untuk penanganan pasien terkait virus corona hanya cukup untuk selama tujuh hari.

(M MARUF)