Beranda Politik Maju di Pilwalkot, Rachmat Noer Andalkan Semua Jaringan di Makassar

Maju di Pilwalkot, Rachmat Noer Andalkan Semua Jaringan di Makassar

Abdul Rachmat Noer

HERALDMAKASSAR.com – Bakal calon Wali Kota Makassar, Abdul Rachmat Noer menyatakan siap bertarung dan meramaikan kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2020 mendatang.

Keinginan staf PT. Semen Tonasa itu masuk dalam dunia politik tak lepas dari komitmen dia untuk mengembalikan kejayaan kota Makassar sebagai kota modern dan maritim dunia.

Bermodalkan pengalaman berorganisasi sejak masih di bangku SMA hingga kuliah telah menempa dirinya menjadi seorang pemimpin yang memiliki jiwa leadership di perusahaan BUMN terbesar di Indonesia Timur.

“Saya punya modal politk untuk maju, pertama penduduk makassar banyak yang berasal dari jeneponto, ibu dan bapak saya orang jeneponto. Pasti orang akan melirik kita bahwa ada orang jeneponto yang maju sebagai calon Wali Kota,” kata Rachmat saat ditemui di Rumah Kopi, Jl. Topaz Raya, Makassar, Jum’at (26/7/2019) malam.

Kedua, pemilik tagline “AYOmi CiKa Bangun Makassar” tersebut, punya jaringan marketing dibeberapa wilayah di Kota Makassar. Apalagi, dirinya pernah menjabat sebagai ketua pemuda muhammadiyah Sulsel.

“Jaringan marketing saya ada dimana-mana, jaringan keluarga, dan Insya Allah para kader-kader muhammadiyah di Makassar cukup kuat untuk penggalangan massa tahun depan,” ujarnya.

Meski begitu, Rachmat Noer sudah mempersiapkan sejak bulan ramadhan lalu, dengan mengumpulkan tim di 15 kecamatan sebagai motor penggerak dibawah. “Kita sudah jalan sejak bulan puasa, Insya Allah bulan depan kita akan bentuk tim ditingkat RT/RW,” beber Rachmat.

Terlebih, dirinya sudah membangun komunikasi setingkat ketua-ketua partai politik, untuk bisa menjadi syarat dan menambah kekuatan sebagai calon Wali Kota Makassar.

“Sistem politik di Indonesia diciptakan melalui Parpol, menurut saya jalur partai lebih bagus. Sekarang ada 5 partai sudah kita komunikasi, kemungkinan kita akan tentukan 2 partai saja untuk mencapai 10 kursi,” bebernya.

Untuk itu, dirinya akan terus melancarkan sosialisasi dan komunikasi ke masyarakat agar supaya popularitasnya mampu mencapai 80 persen dengan tingkat elektabilitas 35 persen.

“Kalau misalkan survei kita bagus yah kita maju 01, kalau tidak memungkinkan terpaksa kita jalin komunikasi dengan calon lain,” pungkas Rachmat.