Beranda Makassar Sulsel Segera Hadirkan Supermarket Khusus Petani di 24 Daerah

Sulsel Segera Hadirkan Supermarket Khusus Petani di 24 Daerah

HERALDMAKASSAR.com Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) dibawah kepemimpinan Prof. HM. Nurdin Abdullah sebagai Gubernur segera hadirkan supermarket khusus untuk para petani di 24 kabupaten kota se-Sulsel.

“Satu hal juga saya ingin sampaikan hari ini kita kedatangan tamu dari Jepang, Mentri Kabinet Jepang dan dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, ini dalam rangka kita membuat sebuah pertemuan untuk membahas ada salah satu model ekonomi kreatif di Jepang itu namanya Micie Noeky,” beber Prof. HM. Nurdin Abdullah saat melakukan siaran langsung di saluran radio di Makassar, Senin (20/5).

Menurut, Prof Nurdin Abdullah, Micie Noeky hari ini mulai kita bicarakan. Jadi kita mulai merubah stikma bahwa Supermarket itu dikuasai para kolomerat atau para pengusaha besar.

“Nah dengan Micie Noeky ini pemerintah membangun supermarket dengan dikelolah oleh kelompok masyarakat, kelompok petani, kenapa kita mau hadirkan supaya petani kita ini bisa berkembang dan prodak-prodaknya itu punya nilai tambah,” ungkap, Prof. HM. Nurdin Abdullah.

Alumni Unhas Makassar itu menjelaskan, salah satu yang menjadi kendala untuk para petani di Sulawesi Selatan adalah soal proses pembayaran yang begitu panjang dan lama.

“Kelompok tani, UKM-UKM, kita bisa lihat bahwa banyak petani kita memang orientasi pasarnya itu sudah ke supermarket tapi bayarnya itu satu sampai empat bulan, kasian pembayaran pasti terganggu. Nah ini nanti sistemnya pagi semua dimasuki prodak-prodaknya sore sudah dibayar,” pungkas mantan Bupati Bantaeng 2008-2018 ini dengan sejuta karya itu.

Lebih lanjut Prof. HM. Nurdin Abdullah mengenai titik terang kerja sama ekonomi kreatif tersebut sudah melakukan tanda tangan MoU sejak dua bulan yang lalu.

“Kita sudah saling sepakat, dan kita akan menyediakan SDM (Sumber Daya Manusia) untuk mengelolah itu, dengan melibatkan perguruan tinggi yang ada,” tutup alumni Universitas Jepang itu.

(RLS)