Beranda Nasional Syarkawi Rauf: Tren Ekonomi di Era Jokowi Mulai Membaik

Syarkawi Rauf: Tren Ekonomi di Era Jokowi Mulai Membaik

HERALDMAKASSAR.com – Sebagai lembaga yang senantiasa komitmen dalam pembangunan karakter, kapasitas dan manajemen sumber daya serta gerakan sosial, BRORIVAI Center (BRC) terus menunjukkan eksistensi dan kehadirannya untuk masyarakat.

Setelah sukses menyelenggarakan BRC Table Talk putaran 1 pada Januari 2019 lalu, kini BRORIVAI Center kembali menggelar BRC Table Talk putaran 2 di Indicafe Pettarani, Makassar, Minggu (10/2/2019).

Mengusung tema “Menggali, Visi-Misi Capres dan Kepentingan Nasional”, BRC Table Talk putaran kedua ini menghadirkan tiga pakar nasional sebagai pembicara inti di antaranya Pakar Ekonomi, Dr M Syarkawi Rauf SE ME, Pakar Hukum dan Kewarganegaraan, Dr M Irsyad Dahri SH MHum, dan Pakar Politik, Dr Mulyadi SSos MSi.

Bertindak selaku Special Occasion Speech yakni Founder BRC Dr. Abdul Rivai Ras.

Dalam paparan materinya, Syarkawi Rauf menyebut tren pertumbuhan perekonomian Indonesia saat ini di bawah kepemimpinan Jokowi-JK mulai membaik di tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau kita lihat data BPS, pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2014 5,02 persen, dan diinterval tahun 2015-2018 naik jadi 5,17 persen,” ungkap Syarkawi.

“Sementara angka kemiskinan dan pengangguran berdasar data BPS, di tahun 2010 mencapai 13,33 persen, dan di tahun 2018 sekarang turun menjadi 9,82 persen,” tambahnya.

Syarkawi juga memaparkan tren keadilan ekonomi di tengah-tengah masyarakat saat ini mulai membaik. Di mana jarak pendapatan antara si Kaya dan si Miskin semakin sempit.

“Menurut data Susenas, tahun 2013 kemiskinan di Indonesia mencapai ratio indeks gini tertinggi yakni sebesar 0,413. Sementara di tahun 2015-2018, indeks gini perlahan mulai menurun menjadi 0,389 persen,” paparnya.

Dari data tersebut, lanjut Syarkawi, menunjukkan bahwa kondisi perekenomian saat ini lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

BRC Table Talk putaran kedua ini mendapat respon positif dari berbagai kalangan masyarakat di Kota Makassar. Hal itu terbukti dengan jumlah audiens yang hadir mencapai ratusan orang.

(MKA)