Beranda Politik DP Heran Angkat 2300 Honorer Dianggap Pelanggaran, Aru Bilang Itu Karena Punya...

DP Heran Angkat 2300 Honorer Dianggap Pelanggaran, Aru Bilang Itu Karena Punya Tujuan Politik

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pelaksanaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Makassar diwarnai aksi saling sindir antara Danny Pomanto dan Farouk M Betta. Kedua petinggi Kota Makassar itu, silang pendapat soal pengangkatan 2300 guru honorer yang berujung diskualifikasi Danny dari pentas Pilkada Makassar.

Awalnya, sebuah meme yang memuat foto Danny yang ditujukan untuk peringatan Hardiknas. Salah satu poin dalam meme itu berisi soal keheranan Danny yang mengangkat guru honorer di Makassar.

“Apakah dengan mengangkat 2300 guru honorer yang sudah mengabdi selama 30 tahun dianggap pelanggaran pemilu? Sehingga saya digugurkan?,” tanya Danny.

Belum diperoleh konfirmasi apakah meme ini dibuat Danny Pomanto ataukah tim suksesnya.

Menanggapi sindiran Danny itu, Ketua DPRD Kota Makassar membalasnya dengan menyebut pengangkatan honorer oleh Danny sangat kental dengan muatan politik. Apalagi, dalam aturan Pilkada jelas dilarang melakukan pengangkatan 6 bulan sebelum penetapan calon.

“Kalau memang niatnya untuk menolong mereka yang 30 tahun jadi honorer, mengapa diangkat saat 6 bulan sebelum penetapan paslon. Kan bisa dia lakukan tahun 2016. Kenapa tidak dilakukan di 2016. Kenapa justru dekat pilkada baru peduli dengan nasib para honorer,” kata Aru, sapaan akrab Farouk M Betta.

(pojoksulsel)